7 Prinsip Desain Antarmuka Pengguna (UI) pada Frontend untuk Pengalaman Pengguna yang Baik

  • Caca
  • Dec 26, 2023
Desain Antarmuka Pengguna (UI)

Selain fraud detection system, desain Antarmuka Pengguna (UI) merupakan aspek penting dalam pengembangan aplikasi dan situs web. Desain antarmuka yang baik dapat membuat interaksi pengguna dengan produk atau layanan menjadi lebih menarik dan efisien.

Berikut adalah penjelasan mengenai prinsip desain antarmuka pengguna (UI) pada frontend untuk pengalaman pengguna yang baik.

Apa Itu Antarmuka Pengguna (UI)?

Antarmuka pengguna atau User Interface (UI) adalah desain yang digunakan oleh pengguna untuk berinteraksi dengan aplikasi, perangkat, atau website. UI mencakup seluruh aspek yang dapat dilihat dan disentuh oleh pengguna.

Contohnya yaitu tombol, ikon, warna, dan layout. Tujuan dibuatnya UI yaitu untuk membuat interaksi antara pengguna dengan sistem menjadi lebih mudah dan menyenangkan. 

Saat ini, desain UI semakin berkembang mengikuti tren yang sedang populer. Dengan banyaknya platform dan perangkat yang bermunculan, maka kebutuhan pengguna akan semakin variatif.

Desain antarmuka pengguna (UI) pada frontend untuk pengalaman pengguna yang baik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. 

Perbedaaan UI dan UX

User Interface (UI) dan User Experience (UX) merupakan dua konsep yang terkait erat, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang signifikan. UI merujuk pada tampilan visual dari suatu produk atau aplikasi, termasuk elemen-elemen seperti warna, tombol, ikon, dan layout.

Desain UI bertujuan untuk menciptakan antarmuka yang estetis dan mudah dipahami bagi pengguna. Sebaliknya, UX fokus pada pengalaman keseluruhan pengguna selama interaksi dengan produk atau aplikasi tersebut.

Hal ini jelas melibatkan segala aspek, mulai dari bagaimana pengguna berinteraksi dengan fitur-fitur produk hingga bagaimana produk tersebut memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pengguna. UX berusaha menciptakan pengalaman yang memuaskan, efisien, dan membangun hubungan positif antara pengguna dan produk.

Perbedaan utama antara UI dan UX terletak pada fokusnya. UI berkaitan dengan elemen visual dan estetika, sementara UX lebih menitikberatkan pada pengalaman pengguna secara keseluruhan. Meskipun keduanya saling terkait dan berkontribusi satu sama lain, sebuah antarmuka yang cantik secara visual (UI) tidak selalu menjamin pengalaman pengguna yang baik (UX). 

Sebaliknya, desain UX yang baik dapat meningkatkan kepuasan pengguna meskipun UI-nya sederhana. Oleh karena itu, pengembang dan desainer perlu bekerja sama untuk menciptakan produk atau aplikasi yang tidak hanya tampak menarik tetapi juga memberikan pengalaman yang memuaskan dan efisien bagi pengguna.

Dalam pengembangan produk digital, penting untuk memahami dan mengintegrasikan baik aspek UI maupun UX untuk mencapai keseluruhan kualitas pengguna yang optimal.

Prinsip Desain UI untuk Pengalaman Pengguna yang Baik

Desain UI yang baik membutuhkan ilmu dan nilai seni agar dapat memberikan tampilan digital yang menarik dan mudah digunakan. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, maka penting memahami beberapa prinsip desain UI di bawah ini.

  1. Konsistensi (Consistency)

Konsistensi merupakan prinsip di mana pembuatan desain UI harus memastikan berbagai elemen memiliki kesamaan tampilan dan perilaku. Sebagai contoh, tombol ‘simpan’ pada halaman pertama berwarna biru, maka sebaiknya pada halaman selanjutnya tombol tersebut juga berwarna biru.

Prinsip konsistensi penting untuk diterapkan agar pengguna dapat memahami fungsi tanpa harus belajar dari awal setiap kali menggunakan fitur yang baru. Selain itu, konsistensi juga memancarkan kesan familiaritas dan dapat memudahkan navigasi.

  1. Respon Cepat (Fast Feedback)

Dapat memberikan respon secara cepat adalah hal penting yang tidak boleh terlewatkan dalam desain UI. Setiap kali pengguna melakukan interaksi seperti meng-klik tombol, maka hasil dari interaksi tersebut harus segera ditampilkan.

Respon atau feedback yang diberikan bisa berupa animasi, pesan teks, atau suara. Hal ini penting untuk memberi tahu pengguna bahwa sistem dapat bekerja dengan adanya respon yang diberikan. 

  1. Kesederhanaan (Simplicity)

Kesederhanaan merupakan kunci dari desain UI yang efektif. Desain UI yang baik adalah desain yang mudah dipahami oleh pengguna. Prinsip kesederhanaan bisa diterapkan dengan cara menghindari elemen-elemen yang tidak terlalu penting dan lebih berfokus pada bagian yang benar-benar penting.

Sebagai contoh, apabila suatu halaman hanya memerlukan pengguna untuk mengisikan data diri, maka hanya perlu menampilkan form yang relevan. Hindari menambahkan elemen lain yang tidak memberikan nilai tambah.

  1. Visibilitas (Visibility)

Elemen-elemen penting harus mudah dilihat dan diakses oleh pengguna. Jangan menempatkan fitur-fitur penting pada tempat tersembunyi. Contohnya, tombol ‘beli sekarang’ pada situs e-commerce harus berada pada tempat yang mudah dilihat. Dengan begitu, pengguna dapat berinteraksi secara langsung tanpa perlu mencari-cari tombol tersebut pada menu lain. 

  1. Affordance

Desain antarmuka pengguna (UI) pada frontend untuk pengalaman pengguna yang baik bisa diwujudkan dengan menerapkan prinsip affordance. Prinsip affordance adalah desain UI harus dibuat sedemikian rupa agar pengguna secara intuitif tahu bagaimana cara menggunakannya. Sebagai contoh, tautan link yang bisa di-klik yang digarisbawahi dan memiliki warna berbeda. Dengan begitu, pengguna tahu bahwa link tersebut bisa di-klik.

  1. Meminimalisir Kesalahan (Error Minimization)

Desain UI seharusnya membantu pengguna agar bisa meminimalisir kesalahan. Apabila pengguna salah meng-klik atau bingung dengan instruksinya, berarti desain tersebut harus diperbaiki. Namun, adanya kesalahan adalah suatu hal yang wajar. Tugas sistem adalah membantu pengguna untuk mengatasinya. Desain UI dapat menampilkan pesan error atau opsi yang bisa dipilih untuk mengoreksi kesalahan. 

  1. Aksesibilitas

Ketika merancang desain UI dari situs web, maka perlu memastikan bahwa desain tersebut memenuhi standar WCAG (Web Content Accessibility Guidelines). Berikut adalah beberapa langkah mudah untuk menerapkan prinsip aksesibilitas. 

  • Menggunakan alat WebAim Color Contrast Checker agar dapat memastikan kontras warna yang kuat.
  • Memastikan semua gambar sudah dilengkapi dengan atribut alt yang sesuai.
  • Pastikan apakah pengguna bisa dengan mudah menavigasikan situs web menggunakan tombol tab pada keyboard mereka.

Sekian penjelasan mengenai desain antarmuka pengguna (UI) pada frontend untuk pengalaman pengguna yang baik. Prinsip-prinsip desain UI akan membantu menciptakan suatu produk yang tidak hanya sedap dipandang, namun juga mudah digunakan.  

Artikel ini diproduksi dan didistribusikan oleh id/x partners data analytics consulting Indonesia. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh artikel tanpa menyertakan sumber tulisan.

Related Post :