Gangguan Pada Waktu Menstruasi yang Sering Terjadi

  • 2 min read
  • Apr 07, 2021
Gangguan Pada Waktu Menstruasi

Saat menstruasi diantara kita pastinya akan merasa sakit pada bagian perut bawah, yang di sebabkan oleh gangguan menstruasi tersebut. Gangguan menstruasi adalah suatu kelainan yang terjadi pada bagian siklus menstruasi kamu, ada banyak ragam gangguan menstruasi yang sering terjadi pada wanita, milai dari darah haid yang terlalu sedikit atau juga terlalu banyak, nyeri haid, hingga adanya depresi atau emosi yang naik turun saat menstruasi atau juga premenstrual dysphoric disorder. Untuk itu mulai dari sekarang ayu!, kita kenali gejala dan penyebabnya dalam informasi di bawah ini.

Gangguan menstruasi bisa saja berupa pendarahan menstruasi yang terlalu sedikit atau juga terlalu banyak sehingga pembalut akan bocor. Apalagi jika kebocoran tersebut terjadi di malam hari, pastinya akan membuat kita merasa risih dan sangat malas untuk mengganti pembalut tersebut yang di sebabkan oleh rasa kantuk, akan tetapi sekarang telah hadir pembalut charm malam yang akan membantu kamu mengatasi kebocoran di malam hari. Jadi tidur kamu akan nyaman tanpa adanya gangguan dari kebocoran tersebut.

Untuk siklus menstruasi yang tidak teratur, kalau kamu mengalami masa menstruasi lebih dari tujuh hari atau tidak menstruasi lebih dari 3 bulan, atau tidak pernah haid sama sekali. Ini merupakan adanya indikasi gangguan pada siklus haid kamu yang kurang normal. Gangguan menstruasi juga bisa disertai dengan keluhan berat, seperti kram parah dan juga nyeri yang berlebihan.

Jenis-jenis Gangguan Menstruasi

Saat menstruasi memang sedikit mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi di sertai dengan gangguan, untuk itu ada beberaa jenis menstruasi yang perlu di waspadai karena dapat meningkatkan risiko masalah yang parah lainnya, untuk gangguan menstruasi yang umum terjadi adalah:

  1. Gangguan Amenorea

Gangguan Amenorea terbagi menjadi dua jenis, yaitu amenorea primer dan amenorea sekunder. Amenorea primer adalah kondisi dimana seseorang perempuan sama sekali belum mengalami haid hingga usia 16 tahun. Sedangkan gangguan amenorea sekunder adalah kondisi dimana seorang perempuan yang sudah usia subur yang tidak sedang hamil dan pernah menstruasi sebelumnya. Akan tetapi berhenti mendapatkan menstruasi selama 3 bulan atau lebih.

Kedua jenis gangguan ini memiliki penyebab yang berbeda. Untuk amenorea primer bisa disebabkan oleh kelainan genetik, gangguan otak yang dapat mengatur hormon menstruasi atau adanya masalah pada indung telur atau juga rahim.

Sedangkan untuk gangguan amenorea sekunder memiliki penyebab yaitu kehamilan, menyusui, menopause, penurunan berat badan yang berlebihan, adanya penyakit tertentu, gangguan rahim, stress berat, efek samping obat. Selain itu kekurangan gizi dan olahraga yang berlebiahn juga bisa menyebabkan wanita mengalami amenorea.

  1. Dismenorea

Gangguan Dismenorea adalah diaman kondisi wanita mengalamu nyeri saat menstruasi, umumnya hal ini akan terjadi di hari pertama dan kedua saat haid. Gejalanya yang sering terjadi adalah berupa nyeri atau kram di perut bagian bawah yang terus berlangsung, atau juga bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah serta bagian paha. Rasa nyeri tersebut juga bisa disertai dengan mual, sakit kepala, dan juga muntah.

Gejala ini bisa terjadi karena disebabkan oleh kadar hormone prostaglandin yang sangat tinggi saat hari pertama dan kedua saat haid. Namun di hari selanjutnya hormon ini juga akan berkurang dengan sendirinya.

Nah, itulah gejala yang umum dialami saat haid datang. Jika kamu mengalami gejala yang lain, segeralah periksakan ke dokter terkait, untuk di ambil tindakan dan pencegahan yang benar. Untuk membantu masa haid mu berjalan dengan lancar dari pagi sampai ke pagi lagi, gunakan pembalut charm malam agar hari-hari mu tetap berjalan dengan lancar walau di masa haid.